Kenapa Lighting Kamera Kamu ‘Flicker’ (Kedip-kedip) di Video? Ini Cara Mengatasinya
December 11, 2025 Editor No Comment
Source: Motomuvi
Pernahkah Kamu merekam video di dalam ruangan dan mendapati lighting yang seharusnya stabil malah terlihat berkedip-kedip (flicker) saat diputar ulang? Fenomena ini adalah masalah umum yang sering dihadapi oleh video maker, terutama ketika merekam di bawah pencahayaan buatan seperti lampu neon, lampu fluorescent, atau bahkan lampu LED berkualitas rendah.
Masalah flicker bukan disebabkan oleh kamera atau lighting itu sendiri yang rusak, melainkan karena ketidaksesuaian antara Shutter Speed kamera dengan frekuensi listrik (AC Frequency) dari sumber daya lighting. Memahami hubungan antara kedua faktor ini adalah kunci untuk menghasilkan rekaman video yang bersih dan stabil.
Penyebab Utama Flicker: Perbedaan Frekuensi Listrik dan Kamera
Fenomena flicker terjadi karena sistem kelistrikan di berbagai negara menggunakan frekuensi Arus Bolak-balik (AC) yang berbeda.
1. Frekuensi Listrik (AC Frequency)
Listrik AC yang mengalir ke sumber cahaya tidaklah konstan, melainkan berosilasi (berubah arah) pada frekuensi tertentu. Standar global terbagi menjadi dua kelompok utama:
- 50 Hz: Digunakan di sebagian besar Eropa, Asia (termasuk Indonesia), Australia, dan Afrika. Listrik berosilasi 50 kali per detik.
- 60 Hz: Digunakan di Amerika Utara dan beberapa negara Asia lainnya. Listrik berosilasi 60 kali per detik.
Pencahayaan buatan yang menggunakan ballast magnetikakan meredup dan menyala kembali pada kecepatan dua kali lipat dari frekuensi listriknya (misalnya, 100 kali per detik pada sistem 50 Hz). Meskipun mata manusia tidak menyadarinya, kamera dengan frame rate tinggi dapat menangkap siklus gelap-terang ini.
2. Peran Kamera
Shutter Speed (kecepatan rana) adalah waktu di mana sensor kamera terekspos terhadap cahaya. Jika shutter speed tidak selaras dengan siklus on/off, sensor akan merekam beberapa bingkai (frame) saat lighting berada di puncak siklus terang, dan bingkai berikutnya saat lighting berada di palung siklus redup. Perbedaan exposure inilah yang menciptakan efek flicker.
Cara Mengatasi Flicker di Lokasi Syuting (Solusi Praktis)
Mengatasi flicker harus dilakukan dengan menyesuaikan Shutter Speed agar sesuai dengan frekuensi listrik di lokasi.
Solusi 1: Aturan “1/Frekuensi x 2” (Aturan Clear Shutter)
Ini adalah metode paling efektif: Pastikan shutter speed adalah kelipatan genap dari siklus on/off pencahayaan.
- Untuk Frekuensi 50 Hz (Standar Indonesia): Siklus pencahayaan adalah 100 kali per detik. Shutter Speed yang paling bersih adalah 1/100 detik. Kamu juga dapat menggunakan 1/50 detik atau 1/25 detik. Pengaturan ini memastikan sensor kamera menangkap jumlah siklus pencahayaan yang sama di setiap frame.
- Untuk Frekuensi 60 Hz (Standar AS): Siklus pencahayaan adalah 120 kali per detik. Shutter Speed yang paling bersih adalah 1/120 detik. Kamu juga dapat menggunakan 1/60 detik atau 1/30 detik.
Solusi 2: Gunakan Variable Shutter Speed (Untuk Frame Rate Non-Standar)
Jika Kamu merekam pada frame rate yang tidak standar (misalnya 30 fps di bawah 50 Hz, atau slow motion 100 fps), Kamu mungkin tidak bisa menggunakan aturan 1/50 atau 1/120.
- Coba sesuaikan shutter speed secara perlahan (misalnya dari 1/60 ke 1/70, lalu ke 1/80, dst.) sambil melihat tampilan live view di kamera Kamu hingga flicker menghilang. Nilai ini biasanya berada di antara kelipatan genap (contoh: 1/80 atau 1/110).
Solusi #3: Ganti Sumber Pencahayaan
Jika flicker tidak dapat diatasi dengan penyesuaian shutter speed, solusinya adalah mengganti jenis pencahayaan:
- Pilih Perangkat Lighting LED/Continuous Lighting Berkualitas Tinggi: Perangkat lighting LED profesional menggunakan teknologi PWM (Pulse Width Modulation) yang tinggi atau teknologi DC Current yang menjaga keluaran cahaya tetap stabil terlepas dari frekuensi listrik AC. Perangkat lighting jenis ini biasanya ditandai sebagai flicker-free.
- Gunakan Cahaya Alami: Pindah ke dekat jendela dan gunakan cahaya matahari, yang tentu saja tidak akan menghasilkan flicker.
Masalah flicker pada video hampir selalu merupakan masalah teknis antara shutter speed dan frekuensi listrik, bukan masalah kerusakan peralatan. Dengan mengetahui frekuensi listrik di lokasi Kamu (50 Hz untuk Indonesia) dan menerapkan aturan shutter speed yang sesuai, Kamu dapat memastikan rekaman Kamu bebas dari kedip-kedip yang mengganggu, memberikan kualitas video yang stabil dan profesional.
Tingkatkan kualitas produksi Kamu dengan beralih ke continuous lighting LED profesional yang terjamin flicker-free. Jangan biarkan masalah kedip-kedip merusak proyek Kamu. Kunjungi website Motomuvi sekarang dan temukan koleksi lengkap lighting kamera terbaik.





