Source: Freepik

Polar pattern adalah salah satu faktor utama yang menentukan bagaimana microphone menangkap suara. Setiap pola memiliki arah sensitivitas berbeda, sehingga pemahaman tentang jenis-jenis polar pattern sangat penting untuk menghasilkan audio yang jernih, stabil dan professional.

Polar pattern merupakan karakteristik sensitivitas arah microphone terhadap suara di sekitar. Sederhananya, ini adalah “area” di mana microphone lebih peka terhadap suara. Pola ini langsung mempengaruhi seberapa banyak suara latar atau noise yang ikut terekam.

Jenis-Jenis Polar Pattern Yang Umum Digunakan Dan Fungsinya

1. Omnidirectional

Omnidirectional memiliki sensitivitas sama di semua arah. Artinya, microphone ini akan menangkap suara dari 360 derajat sekeliling kapsul microphone. Karakteristik ini membuat suara terdengar alami, karena semua sumber suara di ruangan ikut terekam dengan porsi yang seimbang.

Fungsi utama:

  • Rekaman wawancara grup atau diskusi meja bundar.
  • Menangkap ambience ruangan secara utuh.
  • Situasi produksi di mana arah suara tidak selalu terkontrol.

Menangkap suara dari segala arah, cocok untuk wawancara atau ambience, misalnya dengan RØDE Lavalier GO atau Lavalier II.

2. Cardioid

Cardioid adalah tipe polar pattern yang paling populer dan banyak digunakan. Polanya menyerupai bentuk hati dan paling sensitif terhadap suara dari depan, serta penolakan yang kuat terhadap suara di belakang.

Fungsi utama:

  • Merekam vokal tunggal dalam studio.
  • Presentasi atau podcast yang butuh fokus pada pembicara.
  • Aplikasi live performance dengan kontrol arah suara.

Ingin suara podcast lebih jernih dan fokus ke arah pembicara? Mikrofon cardioid seperti RØDE PodMic atau NT1 5th Gen adalah pilihan tepat.

3. Supercardioid

Supercardioid adalah pengembangan dari pola cardioid, dengan area pickup kecil di belakang. Karakteristiknya lebih “mengunci” pada sumber suara utama, sehingga lebih efektif meminimalkan kebocoran suara samping.

Fungsi utama:

  • Produksi film yang memerlukan fokus suara yang presisi.
  • Rekaman instrumen tunggal di panggung.
  • Lingkungan dengan tingkat noise tinggi.

Lebih sempit dari cardioid, bagus untuk dialog atau video dengan noise samping, seperti RØDE VideoMic Pro+ atau VideoMic NTG. Mic ini ideal untuk kamera atau boom pole, terutama saat merekam subjek tunggal dalam ruang terbatas.

4. Hypercardioid

Hypercardioid menawarkan directivity yang lebih kuat dibanding supercardioid. Area sensitif di depan semakin sempit, cocok untuk isolasi suara maksimal.

Fungsi utama:

  • Rekaman dialog di lokasi outdoor yang bising.
  • Sound reinforcement pada panggung besar.
  • Penangkapan suara yang sangat spesifik dalam produksi video.

Sangat terfokus ke depan dan cocok untuk situasi bising seperti panggung atau studio film, dengan contoh mic RØDE NTG3.

5. Bidirectional (Figure8)

Bidirectional atau figure8 memiliki sensitivitas di bagian depan dan belakang, tetapi sangat menolak suara dari samping. Pola ini unik karena dapat menangkap dua narasumber yang saling berhadapan.

Fungsi utama:

  • Wawancara dua orang dengan satu microphone.
  • Rekaman instrumen stereo menggunakan teknik midside.
  • Voiceover dengan efek ruang alami dari sisi depan dan belakang.

Menangkap dari depan dan belakang, cocok untuk wawancara dua arah menggunakan mic seperti RØDE NT2-A yang punya pola switchable.

6. Shotgun 

Shotgun microphone memiliki polar pattern super sempit yang disebut lobar. Fokus pickup sangat kuat di depan microphone, sehingga sangat efektif mengisolasi suara jauh dari sumber noise.

Fungsi utama:

  • Produksi film dan dokumenter.
  • Rekaman dialog outdoor.
  • Siaran olahraga atau event live.

Tangkapan suara sangat sempit dan fokus jauh ke depan, cocok untuk film atau dokumenter dengan RØDE NTG5 atau VideoMic NTG.

Cara Menentukan Polar Pattern yang Tepat

Memilih microphone berdasarkan polar pattern sebaiknya mempertimbangkan:

  • Lokasi perekaman (studio, panggung, outdoor).
  • Jumlah sumber suara.
  • Tingkat kebisingan latar.
  • Estetika suara yang ingin dicapai.

Misalnya, untuk podcast di ruangan tenang, cardioid akan optimal. Sebaliknya, untuk wawancara di lapangan, shotgun atau hypercardioid lebih cocok.

Mengapa Memahami Polar Pattern Penting?

Karena setiap produksi audio memerlukan pendekatan berbeda. Salah pilih polar pattern bisa membuat rekaman:

  • Penuh noise yang sulit dihapus.
  • Tidak fokus pada suara utama.
  • Kurang natural atau terdengar “kosong.”

Dengan pengetahuan ini, Anda bisa lebih percaya diri saat menentukan microphone untuk proyek konten, produksi musik, atau kebutuhan live event.

Microphone terbaik bukan hanya soal harga, tetapi soal pemahaman karakteristiknya. Saat Anda tahu persis jenis polar pattern dan kegunaannya, proses produksi jadi lebih efisien dan hasil audio lebih profesional.

Jika Anda sedang mencari microphone dengan polar pattern yang tepat, kunjungi Motomuvi. Berbagai pilihan microphone profesional tersedia, lengkap dengan panduan pemilihan sesuai kebutuhan. Temukan solusi audio Anda sekarang di Motomuvi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Website Field Is Optional.

CommentYour Message
NameYour Name
EmailEmail
WebsiteWebsite