Apa Itu ‘Focus Breathing’ pada Lensa Kamera dan Kenapa Itu Mengganggu Videografer?
December 1, 2025 Editor No Comment
Source: Freepik
Lensa kamera merupakan perangkat utama dalam produksi visual, dan detail terkecil dalam kinerjanya seringkali menjadi pembeda antara hasil yang terlihat tidak profesional dan hasil yang berkualitas tinggi. Salah satu efek teknis yang sering luput dari perhatian fotografer, namun menjadi perhatian utama bagi videografer, adalah fenomena yang dikenal sebagai Focus Breathing (Perubahan Sudut Pandang Saat Pemfokusan).
Focus breathing bukanlah sekadar istilah teknis; ini adalah efek visual yang dapat merusak kesinambungan tampilan dalam sebuah adegan bergerak. Memahami mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya, adalah kunci untuk meningkatkan kualitas produksi video Anda ke tingkat profesional.
Definisi Focus Breathing: Mengapa Bingkai Video Terlihat ‘Bernapas’?
Secara sederhana, focus breathing adalah perubahan kecil pada sudut pandang (field of view) atau perbesaran (magnification) yang terjadi saat Anda mengubah titik fokus lensa, terutama ketika beralih dari fokus dekat ke fokus jauh, atau sebaliknya.
Bayangkan Anda sedang merekam subjek di jarak dekat (misalnya saat close-up) dan kemudian mengalihkan fokus ke latar belakang yang jauh (infinity). Alih-alih hanya ketajaman yang bergeser, seluruh bingkai video (frame) Anda tampak sedikit membesar (zoom in) atau mengecil (zoom out). Perubahan sudut pandang inilah yang menyerupai ‘pernapasan’ atau breathing, sehingga istilah tersebut digunakan.
Penyebab Focus Breathing dari Sudut Desain Lensa
Fenomena ini terjadi karena desain mekanik internal lensa. Untuk mengubah titik fokus, misalnya dari jarak minimum ke tak terhingga, elemen-elemen lensa di dalamnya harus bergerak dan bergeser.
- Mekanisme Pemfokusan Internal: Banyak lensa modern menggunakan sistem pemfokusan internal (internal focusing), di mana hanya grup lensa tertentu yang bergerak di dalam badan lensa (barrel) untuk mengatur fokus. Pergerakan elemen ini bertujuan untuk mempertahankan fokus pada sensor, tetapi pergerakan tersebut dapat memengaruhi panjang fokus efektif dan, pada gilirannya, sudut pandang.
- Kompromi Desain: Lensa fotografi (still lens) dirancang untuk mencapai ketajaman, ukuran, dan harga tertentu.
Lensa didesain sedemikian rupa sehingga panjang fokus nominalnya hanya tercapai saat fokus diatur ke tak terhingga. Saat fokus dipindahkan mendekat, panjang fokus efektif sedikit berubah, menyebabkan efek breathing yang terlihat.
Mengapa Focus Breathing Adalah Kendala Serius Bagi Videografer?
Meskipun focus breathing dapat diabaikan oleh fotografer (karena foto adalah gambar tunggal yang statis), efek ini sangat mengganggu kesinambungan (continuity) visual dalam sebuah video yang bergerak.
1. Merusak Rack Focus (Estetika Film)
Rack focus adalah teknik pengambilan gambar di mana fokus dipindahkan secara perlahan dan sengaja dari satu subjek ke subjek lain dalam satu bidikan berkelanjutan. Teknik ini digunakan untuk mengarahkan perhatian penonton.
- Gangguan Visual: Ketika seorang videografer melakukan rack focus pada lensa yang memiliki breathing yang signifikan, penonton tidak hanya melihat fokus berubah, tetapi juga merasakan perubahan ukuran bingkai (seperti zoom yang tidak disengaja). Efek zoom yang tiba-tiba ini sangat mengganggu, mematahkan tampilan berkualitas tinggi, dan membuat bidikan terlihat tidak profesional atau tidak mulus.
- Komposisi Berubah: Jika videografer telah menyusun komposisi dengan ketat (misalnya menempatkan subjek tepat di tepi bingkai), focus breathing akan menggeser komposisi itu, menghancurkan hasil akhir yang telah direncanakan dan membuat bidikan terlihat tidak stabil.
2. Masalah Stabilitas Bidikan (Wawancara)
Dalam wawancara atau bidikan talking head dengan kedalaman bidang (depth of field) dangkal, videografer mungkin perlu sedikit menyesuaikan fokus. Pergeseran fokus yang kecil sekalipun dapat menyebabkan bingkai tampak ‘melompat’ jika breathing lensa parah, menciptakan bidikan yang gelisah atau tidak enak dilihat.
3. Kendala dalam Produksi Khusus
Focus breathing juga menjadi kendala saat menggunakan teknik tertentu seperti time-lapse atau video yang melibatkan focus stacking (menggabungkan beberapa gambar dengan fokus berbeda) karena setiap frame memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda, membuat proses alignment dalam pasca-produksi menjadi sulit.
Solusi dan Cara Mengatasi Focus Breathing
Videografer memiliki beberapa cara untuk memitigasi atau menghilangkan masalah focus breathing saat memproduksi konten:
1. Pilihan Lensa Khusus (Lensa Film)
Solusi paling efektif adalah menggunakan lensa film (cine lenses). Lensa-lensa ini dirancang ulang secara optik untuk menghilangkan focus breathing secara intensif. Lensa film memastikan perubahan fokus yang mulus tanpa mengganggu sudut pandang.
2. Lensa Hibrida dan Desain Terbaru
Banyak produsen lensa foto (photography lenses) modern (terutama pada sistem mirrorless) kini secara aktif berupaya mengurangi breathing. Beberapa lensa premium baru bahkan secara eksplisit mengiklankan desain optik yang meminimalkan efek ini, menjadikannya pilihan yang baik untuk videografer dengan anggaran yang terbatas dibandingkan lensa film penuh.
3. Koreksi Digital dalam Kamera
Beberapa kamera modern menawarkan fitur Focus Breathing Correction di menu video. Fitur ini bekerja dengan memotong (cropping) dan menskalakan (scaling) image secara otomatis dan real-time saat fokus bergeser, menjaga bingkai tetap konstan. Kelemahan dari metode ini adalah adanya sedikit pemotongan (crop) pada bingkai gambar akhir.
4. Teknik Shooting yang Cerdas
Jika Anda harus menggunakan lensa dengan breathing yang parah, Anda dapat menguranginya dengan:
- Menghindari Rentang Fokus Ekstrem: Jangan mengalihkan fokus dari jarak sangat dekat ke tak terhingga dalam satu bidikan.
- Menggunakan Panjang Fokus yang Lebih Panjang: Lensa telefoto (misalnya 85mm ke atas) cenderung menunjukkan focus breathing yang kurang parah dibandingkan lensa wide-angle.
Memahami focus breathing adalah langkah penting menuju videografi yang lebih halus dan berkualitas tinggi. Dengan memilih peralatan yang tepat dan menerapkan teknik shooting yang cermat, Anda dapat memastikan bahwa perhatian penonton tetap tertuju pada cerita yang Anda sajikan.





